BACA BERITA

Akibat Bencana Gempa Myanmar, Bursa Thailand Disuspensi

Author: matauang Category: Keuangan
Pada tanggal 27 Maret 2025, bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Myanmar memberikan dampak besar tidak hanya di negara tersebut, tetapi juga pada pasar finansial di kawasan Asia Tenggara. Gempa berkekuatan besar yang berpusat di dekat perbatasan Thailand ini menyebabkan gangguan signifikan pada bursa saham Thailand, yang akhirnya diputuskan untuk dihentikan sementara (disuspensi) oleh otoritas terkait.

Gempa yang tercatat berkekuatan 7,8 magnitudo ini mengakibatkan kerusakan parah di beberapa wilayah Myanmar, terutama di kota-kota besar seperti Mandalay dan Naypyidaw. Selain menimbulkan korban jiwa, bencana ini juga merusak infrastruktur dan mempengaruhi kegiatan ekonomi. Dampak langsung dari gempa ini menyebabkan kekhawatiran besar terhadap stabilitas kawasan Asia Tenggara, termasuk Thailand yang berbatasan langsung dengan Myanmar.

Di tengah ketegangan pasar yang meningkat, bursa saham Thailand (SET) memutuskan untuk menghentikan perdagangan saham sementara guna menghindari fluktuasi harga yang berlebihan dan menjaga kestabilan pasar. Keputusan ini diambil setelah banyak investor yang khawatir akan dampak jangka panjang dari bencana gempa terhadap ekonomi regional dan global. Bursa Thailand berjanji akan mengkaji situasi lebih lanjut dan akan melanjutkan perdagangan setelah keadaan dinilai stabil.

Para analis pasar mengingatkan bahwa ketidakpastian akibat bencana alam dapat memicu reaksi berlebihan di pasar finansial, terutama yang terkait dengan sektor-sektor yang rentan terhadap krisis seperti energi, transportasi, dan infrastruktur. Namun, mereka juga mencatat bahwa langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Thailand dan otoritas bursa untuk menanggapi situasi ini menunjukkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi volatilitas pasar.

Sementara itu, pemerintah Thailand dan Myanmar bekerja sama dalam upaya bantuan kemanusiaan, serta memulai proses rehabilitasi di daerah-daerah yang terkena dampak parah. Organisasi internasional juga telah memberikan bantuan untuk membantu pemulihan pasca bencana.

Dengan disuspensinya bursa saham Thailand, investor dan pelaku pasar di kawasan ASEAN kini lebih waspada terhadap perkembangan situasi di Myanmar dan dampaknya terhadap ekonomi global. Mengingat ketergantungan kawasan ini terhadap stabilitas ekonomi, pemulihan pasca-bencana ini akan menjadi tantangan besar bagi negara-negara yang terkena dampak.