Bank of America( BofA) analis menganjurkan kalau pasar bisa jadi menyepelehkan resiko tarif AS yang hendak berlaku pada 2 April 2025.
Analis BofA mengindikasikan kalau Uni Eropa( EU) bisa jadi mengalami resiko lebih besar dari tarif ini dibanding dengan Inggris( UK), sebab UK mempertahankan surplus benda yang relatif kecil dengan AS. Pasar nyatanya mengestimasi tarif pada bahan- bahan tertentu namun bukan tarif luas di seluruh benda.
Walaupun tenggat waktu tarif yang mendekat, informasi eksklusif BofA mengatakan kalau hedge fund sudah membeli euro( EUR) sehabis periode menjualnya dalam sebagian pekan lebih dahulu. Kegiatan ini menampilkan perpindahan dalam posisi pasar menjelang bertepatan pada implementasi tarif.
Perilaku pasar terhadap dolar AS( USD) serta lbs Inggris( GBP) merupakan netral, namun terdapat posisi long yang signifikan pada EUR, walaupun tidak dikira sangat jauh. Tidak hanya itu, analisis kuantitatif BofA sudah mengamati rekor baru dalam skew opsi EUR/ USD untuk calls.
Berikutnya, BofA menyoroti pola historis musiman positif buat GBP di bulan April. Tren ini berhubungan dengan industri yang terdaftar di FTSE yang merepatriasi pemasukan luar negara buat membayar dividen. Walaupun akibat musiman ini sudah menurun semenjak 2017 sebab pergantian struktural terpaut Brexit, BofA mengestimasi kalau GBP masih hendak hadapi dorongan musiman. Dengan demikian, BofA memandang ruang buat peningkatan terhadap euro.
Dengan kembalinya keadaan perdagangan yang lebih wajar di UK, GBP diperkirakan hendak menemukan keuntungan. Informasi Bloomberg menunjang pemikiran ini, mencatat kalau April merupakan bulan terutama kedua buat pengumuman alokasi dividen oleh perusahaan- perusahaan UK.