China kembali menegaskan sikapnya menjelang pengumuman kebijakan tarif baru oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Rabu (2/4) waktu AS. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengatakan bahwa China akan memberikan balasan yang tegas jika kebijakan tarif tersebut berdampak negatif pada negaranya.
Wang menambahkan bahwa China selama ini telah memberikan bantuan kepada AS, termasuk dalam aliran obat prekursor fentanil.
"Jika AS benar-benar ingin menyelesaikan masalah fentanil, mereka harus mencabut pungutan tarif yang tidak berdasar dan terlibat dalam diskusi setara dengan China," ujar Wang, sebagaimana dilaporkan oleh People's Daily Online.
Tegas dan Tidak Tunduk pada Hegemoni
Wang juga menegaskan bahwa China tidak pernah tunduk pada politik kekuasaan dan hegemoni. "Jika AS terus menekan atau memeras, China pasti akan tegas dalam tindakan balasannya," sambungnya.
Ia pun memperingatkan AS yang berpotensi menggunakan fentanil sebagai alasan untuk mengenakan tarif dua kali lipat terhadap China. Menurut Wang, alasan tersebut "sangat tidak berdasar," mengingat berbagai bantuan yang telah diberikan China kepada AS terkait masalah fentanil.
Komitmen China pada Hubungan Stabil dengan AS
Wang menegaskan bahwa China berkomitmen untuk menjaga hubungan yang stabil, sehat, dan berkelanjutan dengan AS. Ia berharap hubungan tersebut tidak akan rusak akibat penetapan tarif baru yang direncanakan.
"Saya berharap AS dapat melihat tren sejarah dengan jelas dan membuat pilihan yang rasional," kata Wang.
Protes Internasional terhadap Rencana Tarif Trump
Presiden Donald Trump rencananya akan mengumumkan tarif impor baru pada Rabu (2/4) sore waktu AS atau Kamis (3/4) pagi waktu Indonesia. Rencana ini mendapat kecaman dari berbagai negara, termasuk China, Jepang, dan Korea Selatan, yang diklaim sepakat untuk bekerja sama dalam menghadapi perang tarif ini.
Menurut CCTV, media sosial yang berafiliasi dengan kantor berita China, ketiga negara tersebut telah melakukan dialog ekonomi untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir guna membahas kebijakan tarif Trump.