Disney dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 200 posisi atau sekitar 6 persen dari total staf di ABC News Group dan unit Disney Entertainment Networks.
Melansir Channel News Asia, Rabu, 5 Maret 2025, PHK ini diperkirakan akan diumumkan paling cepat pada hari Rabu, kata laporan Wall Street Journal yang mengutip satu orang yang mengetahui tentang pemangkasan tersebut.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi perusahaan dalam menghadapi perubahan industri media yang semakin mengarah ke digital dan layanan streaming.
Imbas PHK Disney
Salah satu dampak dari PHK ini adalah penggabungan dua acara besar ABC, yakni "20/20" dan "Nightline", menjadi satu unit produksi.
Selain itu, ABC juga akan menutup situs berita politik dan berbasis data, 538, yang memiliki sekitar 15 karyawan.
Penyebab PHK Disney
Keputusan Disney memangkas karyawan mencerminkan tantangan besar yang dihadapi industri media konvensional.
Penurunan jumlah penonton televisi akibat peralihan konsumen ke layanan streaming menjadi salah satu alasan utama pengurangan staf ini.
Tren ini juga memaksa perusahaan media besar untuk beradaptasi dan merestrukturisasi operasi mereka agar lebih efisien.
Di unit Disney Entertainment Networks, pengurangan staf juga akan terjadi di bagian perencanaan dan penjadwalan program.
Meski demikian, Disney dan ABC News tidak segera menanggapi kabar tersebut.
Sebelumnya, Disney melaporkan lonjakan 44 persen pada laba per saham yang disesuaikan sebesar USD1,76 untuk kuartal Oktober-Desember.
Pendapatan operasional di unit Entertainment Disney, yang meliputi film, televisi dan streaming, meningkat menjadi USD1,7 miliar, hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya, didukung oleh kinerja box office yang kuat pada hari libur dari sekuel animasi “Moana 2”.