Jakarta, 3 Agustus 2025 — Iran mengklaim telah memperoleh informasi lengkap mengenai identitas dan lokasi para pilot, komandan, serta operator drone dari Angkatan Udara Israel yang terlibat dalam konflik terbaru di Timur Tengah. Klaim ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara yang kembali memanas sejak awal tahun ini.
Menurut laporan media Iran, otoritas intelijen Teheran berhasil mengungkap data pribadi lengkap dari sejumlah personel militer Israel, termasuk alamat tempat tinggal, unit operasional, dan informasi sensitif lainnya. Pengungkapan ini dianggap sebagai respons terhadap serangan udara yang dilakukan Israel terhadap wilayah Iran dan sekitarnya.
Iran menyatakan bahwa data tersebut diperoleh melalui teknologi penginderaan satelit dan infiltrasi siber, meskipun Israel berusaha keras menjaga kerahasiaan identitas anggotanya. Biasanya, media Israel sendiri rutin menyembunyikan identitas personel militer melalui penyamaran wajah dan penutupan identitas dalam liputan resmi.
Dalam laporan tersebut, Iran menyebutkan bahwa pengungkapan ini bukanlah yang pertama dan bahwa mereka akan terus memantau dan mengungkap data rahasia terkait keberadaan militer Israel di kawasan tersebut. "Kami memiliki citra satelit yang menunjukkan lokasi pasti beberapa pilot dan personel militer Israel," ungkap sumber Iran.
Selain itu, media Iran juga mengungkapkan bahwa dua pilot dari Angkatan Udara Israel telah diidentifikasi secara spesifik. Salah satunya adalah Mayor Yael Ash, wakil komandan Skuadron 119, yang dikenal sebagai "Skuadron Bat". Ia dikaitkan dengan identitas keluarganya yang memiliki sejarah panjang, termasuk kakeknya yang hilang saat Perang Yom Kippur tahun 1973.
Dalam konteks keamanan, laporan menyebutkan bahwa keberadaan dan lokasi pilot serta personel militer Israel makin rentan terhadap risiko serangan balasan dari Iran. Bahkan, beberapa lokasi kediaman mereka diduga menjadi sasaran serangan Iran selama konflik 12 hari yang terjadi baru-baru ini.
Iran menegaskan bahwa pengungkapan data ini memberi keuntungan strategis bagi mereka dalam upaya membendung agresi Israel dan menegaskan bahwa dalam situasi tertentu, mereka tidak segan menargetkan keberadaan militer Israel di kawasan. Beberapa sumber mengungkapkan bahwa sejumlah personel Israel bahkan telah mengungsi dan bersembunyi di lokasi yang lebih aman, seperti sekolah dan tempat umum lainnya.
Sementara itu, ketegangan di wilayah Timur Tengah semakin meningkat, dan pengungkapan informasi ini menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas. Dunia internasional pun terus memantau perkembangan situasi ini, yang berpotensi mempengaruhi kestabilan kawasan secara keseluruhan.