BACA BERITA

Juventus 1 - Genoa 0: Reaksi awal dan pengamatan acak

Author: matauang Category: Olahraga
Mengingat Igor Tudor menempuh tahap latihan sebanyak yang aku miliki dengan skuad Juventus barunya saat sebelum pertandingan Sabtu malam melawan Genoa, nyaris tidak terdapat kepastian apa yang hendak dihasilkan Bianconeri di dasar manajer baru mereka. Kami mempunyai cerminan bersumber pada gimana regu Tudor bermain sepanjang masa kepelatihannya lebih dahulu, namun dengan gimana Juventus merambah pertandingan internasional, Kamu tidak hendak ketahui kapan pertandingan diawali.

Sebagian jam setelah itu, Kamu dapat berkata sebagian perihal:

Tidak senantiasa indah.

Itu tidak senantiasa efisien.

Tetapi, itu jauh lebih baik daripada apa yang kita amati dalam 180 menit terakhir masa jabatan pendek Thiago Motta di pinggir lapangan Juve.

Momen ajaib Kenan Yildiz di pertengahan babak awal teruji jadi pembeda di papan skor serta Juventus mencapai kemenangan 1- 0 atas Genoa di Stadion Allianz dalam debut manajerial Tudor. Suatu regu yang nampak betul- betul lesu dalam kekalahan dari Atalanta serta Fiorentina dengan skor gabungan 7- 0 menjelang sela waktu internasional nampak jauh lebih terorganisir walaupun mempunyai tahap latihan kurang dari seminggu dengan manajer baru mereka. Serta, yang terutama, mereka menampilkan perjuangan buat mempertahankan regu Genoa yang sudah mengumpulkan poin nyaris sama banyaknya dengan Juventus semenjak pergantian manajer akhir November jadi nyaris tidak terdapat— serta itu menciptakan skuad Bianconeri yang sama yang mempunyai begitu banyak lubang di pertahanan cuma sebagian pekan yang kemudian mencatat shutout awal mereka semenjak 3 Maret.

Secara totalitas, kemenangan merupakan kemenangan— serta mengingat situasinya, cuma itu yang butuh dicoba Tudor dalam 9 pertandingan yang dipimpinnya.

Serta itu paling utama benar kala Bologna, regu yang terletak pas di depan Juventus yang masih cocok agenda, menang dengan skor yang sama 1- 0 cuma satu jam saat sebelum pertandingan diawali di Turin.

Dengan kemenangan Bologna pada hari Sabtu, Juventus cuma butuh mengimbangi. Tetapi dengan begitu banyak pergantian yang terjalin di Juventus sepanjang pekan kemudian, gimana mereka hendak tampak dalam pertandingan awal Tudor merupakan persoalan terbanyak. Formasi tersebut nampak semacam yang kami duga, dengan Tudor memakai formasi 3- 4- 2- 1 serta pemain yang dimainkan di posisi yang salah oleh Motta ataupun tidak disukai oleh mantan manajer Juve yang saat ini lebih baik dimanfaatkan oleh mantan bek Bianconeri.

Nico Gonzalez, tidak lagi terletak di sayap kiri. Dusan Vlahovic sesungguhnya terletak di starting line up. Kenan Yildiz kembali ke kiri serta bermain di balik Vlahovic.

Itu lebih masuk ide daripada berpikir dalam hati,“ Kenapa Motta melaksanakan ini... lagi?”

Masih terdapat sebagian permasalahan yang sama semacam yang kita amati di dasar asuhan Motta. Terkadang, umpan- umpan Juventus... tidak bagus. Masih terdapat saat- saat regu yang, entah gimana, tidak nampak kompak dalam melanda. Lloyd Kelly terkadang melaksanakan hal- hal yang biasa dicoba Lloyd Kelly. Tetapi dengan regu yang menekuni sistem yang sangat berbeda dari yang diterapkan sebagian pekan kemudian— lini balik 3 pemain serta jelas tidak sangat tergantung pada kemampuan bola— sebagian kesalahan bisa dimaafkan sebab, sekali lagi, seluruhnya baru dengan Tudor.

Namun Kamu cuma merasa dikala pertandingan hari Sabtu berlangsung, regu Juventus ini terletak dalam posisi yang lebih baik dibanding dikala terakhir mereka bermain di Allianz.

Dari seluruh perihal yang kami harapkan bisa diatasi Tudor, mereka menghalangi Genoa cuma dengan 0, 27 xG serta Michele Di Gregorio apalagi tidak dituntut melaksanakan penyelamatan yang susah. 5 dari 9 tembakan Genoa pada hari itu berasal dari luar kotak penalti, serta kala seluruhnya pas sasaran, mereka tidak betul- betul menantang Di Gregorio— yang, bila Kamu memikirkan kalau ini merupakan awal kalinya Juve memainkan 3 bek masa ini, ialah pertumbuhan yang lumayan positif terlepas dari seberapa kerap regu tamu ini terkadang kesusahan mencetak berhasil masa ini.

Pasti, itu bukan tipe kemenangan besar serta mengesankan semacam yang kita amati dikala Motta melakoni debutnya selaku manajer Juventus pada bulan Agustus. Tetapi, dikala ini, Juventus cuma butuh menang sebanyak bisa jadi sepanjang 2 bulan ke depan dengan mengenali kalau mereka dikala ini terletak di posisi terluar dari 4 besar.

Satu pertandingan kalah di dasar Tudor. Satu kemenangan di dasar Tudor.

Bila kita mengatakannya 7 ataupun 8 kali lagi, hingga Juve hendak terletak di Liga Champions masa depan.