https://matauang.com/ Janice Tjen, pemain tenis Indonesia, membuat gebrakan besar di
US Open 2025 dengan menembus
babak kedua, memperlihatkan bahwa perjalanan menjadi petenis profesional tidak semudah yang dibayangkan. Namun, perjuangannya penuh dengan keputusan matang dan tantangan yang akhirnya membuahkan hasil.
Perjalanan Menuju Karier Profesional
Menjadi pemain tenis profesional bukanlah keputusan yang diambil Janice Tjen begitu saja. Setelah menyelesaikan karier juniornya, ia harus menghadapi kenyataan biaya perjalanan yang cukup tinggi, yang memaksa ia dan orang tuanya untuk memilih jalur tenis perguruan tinggi sebagai alternatif. Keputusan ini terbukti sangat tepat setelah pelatih-pelatih di Pepperdine University membantu mengembangkan kemampuannya.
"Setelah mempertimbangkan banyak hal, pelatih saya di Pepperdine mengatakan, 'Saya rasa Anda harus mencobanya, setidaknya selama dua tahun,'" kata Janice Tjen, mengenang kata-kata yang mengubah arah hidupnya. "Saya percaya pada mereka, dan sekarang saya di sini!"
Peran Aldila Sutjiadi dalam Perjalanan Janice Tjen
Aldila Sutjiadi, petenis ganda No. 48 dunia, menjadi salah satu tokoh penting dalam kemajuan karier Janice Tjen. "Saya sangat dekat dengan Aldila," ujar Janice. "Dia seperti kakak perempuan bagi saya, selalu memberi dukungan dan saran, serta meyakinkan saya untuk melangkah ke level profesional. Senang bisa berkompetisi bersama orang Indonesia di sini."
Hobi yang Membantu Menjaga Semangat Kompetitif
Selain tenis, Janice Tjen juga memiliki sisi kompetitif lainnya. Di waktu luangnya, ia dan pelatihnya gemar bermain Mario Kart, sebuah permainan video yang menjadi hiburan favorit Tjen. "Kami sudah berlatih keras untuk itu," katanya sambil tertawa. Namun, ada satu karakter favorit yang tidak boleh diambil oleh orang lain, yaitu Yoshi, sang dinosaurus hijau. "Saya sudah menyukai Mario Kart sejak kecil, dan Yoshi adalah karakter andalan saya," jelasnya dengan senyum.
Awal Mula Karier Tenis Janice Tjen
Tjen memulai karier tenisnya secara tidak sengaja. Ketika masih kecil di Jakarta, ia dibujuk oleh temannya, Priska Nugroho, yang merupakan salah satu petenis junior terbaik Indonesia, untuk mencoba olahraga ini. Orang tuanya pun segera memberikan izin. "Orang tua saya hanya bilang, 'Ya, main saja, olahraga saja,'" kenang Tjen. "Mereka tidak ingin saya berdiam diri di kamar tanpa melakukan apa-apa," tambahnya.
Membanggakan Indonesia di Dunia Internasional
Janice Tjen merasa bangga bisa berkompetisi di tingkat internasional dan mewakili Indonesia. "Saya bangga bisa melakukan ini untuk negara saya," ungkapnya setelah pertandingan. Ia berharap penampilannya di US Open 2025 dapat menginspirasi lebih banyak anak muda Indonesia untuk bermain tenis dan mengejar mimpi mereka.