Nilai ubah rupiah terhadap dolar Amerika Serikat( AS) telah memegang tingkat Rp16. 700an/ US$ di non- deliverable forward( NDF).
Dikutip dari Refinitiv, pada 3 April 2025 jam 10: 38 Wib, nilai ubah mata duit Garuda sudah menggapai Rp16. 754/ US$ ataupun ialah posisi terendah semenjak 1998( 27 tahun terakhir).
Sedangkan pada penutupan perdagangan reguler terakhir saat sebelum libur Lebaran, Kamis( 27/ 3/ 2025) rupiah terletak pada posisi Rp16. 555/ US$ ataupun menguat 0, 12%.
Buat dikenal, NDF merupakan instrumen yang memperdagangkan mata duit dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Pasar NDF belum terdapat di Indonesia, cuma ada di pusat- pusat keuangan internasional semacam Singapore, Hong Kong, New York, ataupun London.
Pasar NDF kerapkali pengaruhi psikologis pembuatan harga di pasar spot. Oleh sebab itu, kurs di NDF tidak tidak sering diiringi oleh pasarspot.
Indonesia Jadi Korban Tarif Trump
Salah satu pemicu utama tertekannya mata duit Garuda merupakan statment Presiden AS, Donald Trump soal tarif dagang terhadap Indonesia.
Indonesia jadi korban baru dalam perang dagang Presiden Amerika Serikat( AS) Donald Trump. Indonesia hendak dikenai tarif resiprokal ataupun timbal balik sampai 32% sebab besarnya defisit AS ke Indonesia.
Perihal ini hendak berakibat negatif pada tidak lakunya benda Indonesia di AS mengingat harga benda yang masuk ke AS hendak cenderung lebih mahal dari umumnya. Walhasil warga di AS hendak cenderung memilah produk AS dibanding impor dari Indonesia.
Apabila perihal ini terus dibiarkan, hingga suplai dolar AS Indonesia hendak menurun serta nilai ubah rupiah bisa terus hadapi tekanan.