Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah lagi pada Senin sore (24/3/2025). Hal itu karena sikap pasar menanti rencana Presiden AS Donald Trump mengenai tarif timbal balik.Mata uang rupiah ditutup melemah 16,5 poin (0,1%) berada di level Rp 16.501,5 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat turun 0,13 poin menjadi 103,9. Nilai tukar rupiah sempat ditutup ditutup menguat 46 poin (0,28%) berada di level Rp 16.485 per dolar AS pada Kamis (20/3/2025).
Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelaku pasar menilai potensi risiko dari tarif perdagangan AS yang akan datang. Sentimen pasar bersikap hati-hati menyusul laporan bahwa Presiden Donald Trump berencana untuk menerapkan pendekatan yang lebih selektif terhadap tarif timbal balik mulai 2 April.
Ibrahim mengatakan, alih-alih mengenakan tarif yang luas di seluruh industri, pemerintahan Trump diharapkan untuk fokus pada negara-negara dengan ketidakseimbangan perdagangan yang signifikan dengan AS, menurut laporan Wall Street Journal.“Langkah-langkah baru tersebut dapat memengaruhi sekitar 15% negara dengan defisit yang terus-menerus, sebuah kelompok yang dilaporkan dijuluki,” tulis Ibrahim, Senin (24/3/2025).
Selain itu, lanjut Ibrahim, delegasi AS akan mencari kemajuan menuju gencatan senjata Laut Hitam dan penghentian kekerasan yang lebih luas dalam perang di Ukraina ketika bertemu untuk berunding dengan pejabat Rusia pada Senin, setelah berdiskusi dengan diplomat dari Ukraina pada Minggu (23/3/2025).Gubernur Bank Jepang Kazuo Ueda menyatakan pada hari Senin bahwa bank sentral tetap berkomitmen untuk menaikkan suku bunga jika inflasi inti bergerak mendekati target 2%, terlepas dari potensi kerugian pada portofolio obligasi pemerintahnya.Dalam berita lain, data menunjukkan bahwa aktivitas pabrik Jepang menurun pada laju tercepat dalam setahun pada bulan Maret, dengan PMI manufaktur Bank Au Jibun turun menjadi 48,3 dari 49,0 pada bulan Februari.