UBS memperbarui prospek zloty Polandia, mengutip rencana kenaikan belanja pertahanan serta infrastruktur Jerman selaku pengaruh positif pada prospek perkembangan Eropa serta, dampaknya, pada kinerja zloty terhadap dolar AS.
Industri jasa keuangan Swiss tersebut mengindikasikan kalau pertumbuhan ini, bersama dengan kemampuan khasiat dari gencatan senjata di Ukraina, sudah menguatkan sentimen terhadap mata duit Eropa dalam sebagian bulan terakhir.
Tetapi, UBS pula mencatat kalau pengenaan tarif dapat menimbulkan pelemahan jangka pendek buat zloty terhadap dolar AS. Industri tersebut menguraikan risiko- risiko utama yang bisa mendesak penyusutan jangka panjang dalam nilai tukar USD/ PLN, tercantum tarif besar yang berkepanjangan, penguatan kembali informasi ekonomi AS, inflasi yang lebih besar dari ditaksir, serta kemampuan kegagalan perundingan gencatan senjata ataupun kemajuan lebih lanjut Rusia di Ukraina.
Dengan memikirkan hal- hal tersebut, UBS sudah memperbarui ditaksir buat nilai ubah USD/ PLN. Ditaksir akhir kuartal yang baru saat ini terletak di 3, 96, 3, 89, 3, 80, serta 3, 71 buat kuartal 2 sampai kuartal 1 tahun 2026. Angka- angka ini disesuaikan dari ditaksir lebih dahulu sebesar 4, 12, 4, 09, 4, 06, serta 4, 02, tiap- tiap, yang menampilkan prospek yang lebih menguntungkan untuk mata duit Polandia terhadap dolar.
Tidak hanya itu, UBS sudah merevisi ditaksir akhir kuartalnya buat nilai tukar EUR/ PLN, mencerminkan prospek jangka menengah yang lebih baik buat ekonomi Eropa. Ditaksir yang diperbarui saat ini diresmikan pada 4, 20 buat kuartal 2 tahun 2025, senantiasa tidak berganti, namun sudah diturunkan jadi 4, 20 buat kuartal 3 tahun 2025( dari 4, 25), 4, 18 buat kuartal 4 tahun 2025( dari 4, 30), serta 4, 16 buat kuartal 1 tahun 2026( dari 4, 30), menampilkan zloty yang lebih kokoh terhadap euro menjelang akhir horizon ditaksir.