MATAUANG - Pada bulan Oktober tahun 2024, nama Ivan Sugianto mulai meledak di media sosial setelah video viral menunjukkan aksi kontroversialnya memaksa seorang siswa SMA sujud dan menggonggong.
Kejadian ini tidak hanya mengejutkan masyarakat lokal di Surabaya tapi juga menimbulkan reaksi besar-besaran di seluruh negeri.
Di balik skenario tragis ini, ada cerita kompleks tentang konflik antarsiswa, keteguhan hati para aktornya, dan tanggapan kuat dari masyarakat dan pihak berwenang.
Kejadian ini dimulai pada hari Senin, 21 Oktober 2024, ketika terjadinya percakapan antara siswa dari SMA Gloria 2 Surabaya dan SMA Cita Hati Surabaya.
Salah satu siswa SMA Gloria 2 dianggap telah mengejek anak Ivan Sugianto, yang bersekolah di SMA Cita Hati.
Hal ini menimbulkan kemarahan yang cukup tinggi pada Ivan, yang kemudian memilih untuk bertindak secara drastis.
Pada hari yang sama, Ivan Sugianto datang ke SMA Gloria 2 Surabaya dan memarahi siswa yang dipercaya telah mengejek anaknya.
Dalam video viral yang kemudian beredar luas, terlihat jelas bagaimana Ivan memerintahkan siswa tersebut untuk bersujud dan menggonggong layaknya seekor anjing.
"Minta maaf, sujud, sujud, menggonggong," teriaknya dengan nada keras dan marah.
Kejadian ini tidak hanya menunjukkan perilaku agresif tapi juga menimbulkan trauma bagi korban. Video viral tersebut sangat cepat merebak di media sosial, membuat publik marah dan protes keras terhadap Ivan Sugianto.
Setelah video viral, reaksi masyarakat sangat kuat. Netizen menggunakan platform media sosial untuk mengecam tindakan Ivan Sugianto.
Akun @Naz_lira misalnya, menulis solidaritas kemanusiaan harus melewati batas etnis atau agama, dan mengajak komunitas Tionghoa atau non-Tionghoa untuk menentang keras segala bentuk penistaan nilai-nilai kemanusiaan dengan boikot bisnis yang melanggar moral.
Selain itu, akun X Lex Wu (@LexWu_13) bahkan menantang Ivan Sugianto untuk berduel demi membersihkan nama baik etnis Tionghoa yang diduga malu oleh tindakan Ivan.