matauang.com, MANTAN
pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, kagum melihat gol sang mantan anak asuh Rizky Ridho masuk nominasi Puskas Award 2025. Namun, ia menilai Rizky Ridho tidak akan mudah merebut gelar penghargaan individu bergengsi tersebut.
Rizky Ridho mencetak gol indah ketika Persija Jakarta melawan Arema FC di Super League musim lalu. Kala itu, ia melesakkan tembakan dari tengah lapangan yang mulus menjebol gawang Singo Edan -julukan Arema FC.
Gol indah itu turut menyedot perhatian dunia hingga masuk nominasi Puskas Award 2025. Berkat golnya itu, Rizky Ridho menjadi pemain pertama Indonesia dalam sejarah yang dinominasikan untuk penghargaan bergengsi ini.
Sebagai mantan pelatih, Shin Tae-yong mengaku takjub ketika melihat gol Rizky Ridho. Namun, ia tidak melihat peluang mantan anak asuhnya itu merebut trofi Puskas Award 2025, mengingat bersaing dengan 10 pemain top dunia seperti Declan Rice (Arsenal) dan Lamine Yamal (Barcelona).
“Gol Ridho memang indah, tetapi dengan ini saja tidak mudah lah,” kata Shin Tae-yong, Okezone mengutip dari Goalpost Asia, Minggu (30/11/2025).
1. Akui Kualitas Rizky Ridho
Meski demikian, Shin Tae-yong menilai Rizky Ridho merupakan pemain berkualitas. Menurutnya, fakta Indonesia mampu melahirkan pemain seperti Rizky Ridho saja sudah merupakan hal luar biasa.
“Tetap saja, perkembangan dia luar biasa. Fakta bahwa Indonesia bisa melahirkan pemain seperti dia saja sudah hebat,” ujar pelatih 55 tahun ini.
"Dia memang punya kepribadian yang sangat baik, benar-benar baik, sangat sopan. Dia adalah anak yang bisa benar-benar sukses sebagai atlet,” tambah Shin Tae-yong.
2. Voting Ditutup 3 Desember 2025
Sekadar diketahui, pemenang Puskas Award 2025 akan ditentukan melalui voting publik yang dibuka di situs resmi FIFA. Publik Tanah Air masih bisa memberikan suara untuk Rizky Ridho karena voting baru akan ditutup pada 3 Desember 2025.
Selain voting, penentuan pemenang Puskas Award 2025 berdasarkan panelis-panelis Pilihan panitia The Best FIFA Awards 2025. Karena itu, bobot penentuan pemenang adalah 50 persen voting dan 50 persen lainnya adalah panelis.