MATAUANG.COM - Viral di media sosial X Pikachu ikut demo di Turki. Pengunjuk rasa menggunakan tokoh kartun berwarna kuning itu untuk demo menentang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
1. Pikachu Ikut Demo di Turki
Di tengah panas dan tegangnya situasi pemberontakan, kostum kuning dengan desain Pikachu persis, melesat di antara aksi massa yang lain.
Dalam video berdurasi delapan detik tersebut, terlihat polisi sedang mengejar aksi massa dan pokemon tersebut juga ikut berlari terbirit-birit.
2. Reaksi Netizen
Video viral yang diunggah oleh akun @nexta_tv ini kini mencapai 14,2 juta penonton. Berbagai komentar lucu dan menarik pun memenuhi kolom komentar.
Seorang pengguna dengan akun @Ripped Otaku berkomentar "Tolong jangan membawa pokemon ke dalam dunia politik," ujarnya.
"Ini 2025, Pokemon adalah manusia juga," ujar @GR.
"Aku pikir, dia (pokemon) seharusnya menangkap mereka (para oknum korupsi) semua," imbuh akun @Anmol.
3. Demo di Turki
Melansir NDTV, ribuan warga Turki turun ke jalan memprotes penangkapan Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu, yang dianggap sebagai pesaing kuat Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam pemilu 2028.
Imamoglu dituduh melakukan korupsi, tetapi para pendukungnya menilai kasus ini bermotif politik untuk melemahkan oposisi. Pemerintah membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa pengadilan bertindak independen, meskipun banyak pihak meragukan validitas bukti yang digunakan dalam kasus ini.
Demonstrasi besar-besaran terjadi di berbagai kota, termasuk Ankara, Istanbul, dan Antalya. Polisi menindak tegas dengan menggunakan meriam air, semprotan merica, dan peluru plastik untuk membubarkan massa.
Di Universitas Teknik Timur Tengah, mahasiswa yang berusaha menyampaikan pernyataan publik menghadapi serangan gas air mata.
Sementara itu, pengacara Imamoglu, Mehmet Pehlivan, juga ditahan dengan tuduhan yang tidak diungkapkan, memicu reaksi keras dari Imamoglu yang menyebut tindakan ini sebagai "kudeta hukum."
Penangkapan Imamoglu terjadi hanya beberapa hari sebelum ia diprediksi akan diumumkan sebagai kandidat presiden dari partai oposisi CHP.
Menteri Kehakiman Yilmaz Tunc membantah adanya unsur politis dalam penangkapan ini, dengan alasan bahwa menjadi pejabat terpilih tidak berarti kebal hukum.
Namun, kelompok hak asasi manusia menilai tindakan keras pemerintah sebagai tanda kemunduran demokrasi, sementara para pemimpin Barat mengkritik penggunaan kekuatan berlebihan terhadap pengunjuk rasa.