Matauang.com, Jakarta - President Prabowo Subianto will meet capital market investors after 2025 Eid al-Fitr, the deputy house speaker Sufmi Dasco Ahmad confirmed on Monday, March 31, 2025.
"Pertemuan dengan investor sudah direncanakan dan akan dilaksanakan setelah lebaran," kata Dasco di Jatinegara, Jakarta Timur, Senin, 31 Maret 2025.
Dasco juga menyinggung soal anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) akhir-akhir ini. Ia yakin IHSG akan kembali menguat pascalibur Idul Fitri. "Saya optimis (IHSG) akan kembali menguat," ujarnya.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya mengungkap rencana Prabowo untuk bertemu dengan investor setelah IHSG anjlok 3,84 persen ke level 6.223,39 pada pertengahan Maret.
Luhut saat itu mengatakan pertemuan tersebut akan diatur oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Menjelang libur Lebaran, BEI mencatat tren menjelang Lebaran yang unik dibandingkan dua tahun terakhir. Menurut analis pasar modal Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi, tekanan asing yang signifikan, melemahnya daya beli, dan meningkatnya risiko ekonomi global menjadi faktor utama yang membentuk dinamika pasar saat ini.
"Kami melihat momentum Lebaran tahun ini punya sentimen yang berbeda dibandingkan dua tahun sebelumnya," kata Audi saat dihubungi, Sabtu, 29 Maret 2025.
Ia menyoroti beberapa faktor utama, seperti aliran dana asing keluar sepanjang triwulan I-2025 yang mencapai Rp29,9 triliun, deflasi Februari yang memberikan tekanan pada daya beli, serta meningkatnya risiko ekonomi akibat depresiasi rupiah dan ketidakpastian kebijakan global.
Pada kondisi ini, saham-saham yang mengalami lonjakan volume atau menjadi target beli justru berasal dari sektor perbankan, teknologi, dan ritel, terutama yang mengalami tekanan sepanjang tahun 2025.
"Pada bulan lalu, penambahan investor tertinggi terjadi pada saham-saham unggulan seperti BMRI sebanyak 30,9 ribu investor baru, BBCA sebanyak 29,6 ribu, dan BBRI sebanyak 21 ribu. Sementara itu, pada sektor ritel, saham AMRT mencatatkan penambahan investor ritel tertinggi, yakni sebanyak 4,5 ribu," ungkapnya.
Audi menilai kenaikan harga saham dan lonjakan jumlah investor dipicu oleh tiga faktor utama. "Valuasi pasar yang saat ini didiskontokan, pembagian dividen, dan kinerja positif hingga Februari 2025, khususnya di sektor perbankan, menjadi pendorong utama," ujarnya.
Namun, ia juga mengingatkan potensi koreksi pasca-Idul Fitri, merujuk pada tren historis empat tahun terakhir. "Jika melihat pola sebelumnya, IHSG cenderung mengalami koreksi pasca-Idul Fitri. Pada 2024, IHSG turun 3,64 persen pada bulan berikutnya, sedangkan pada 2023 turun 4,08 persen," ujarnya. Menurutnya, faktor utama di balik tren ini adalah terbatasnya informasi selama libur pasar saham dan meningkatnya volatilitas pasar.